Ritual Bebuluh Sebelum Festival Erau Kutai Kartanegara

Festival Erau diselenggarakan selama satu minggu pada bulan Juli setiap tahunnya. Pada Festival Erau ini, masyarakat Dayak dari seluruh daerah di Kalimantan berkumpul di Tenggarong. Festival Erau dimeriahkan dengan upacara adat dan berbagai tarian yang dipertunjukkan oleh para penari berpakaian Dayak. Dalam Bahasa Kutai, kata “Erau” berasal dari kata ‘Eroh” yang berarti ramai, riuh, ribut, dan suasana yang penuh suka cita. Festival Erau memang dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan yang bersifat sakral, ritual, dan hiburan.

Perayaan Festival Erau ini digelar oleh Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Sebelum pelaksanaan Festival Erau, Sultan dan Putra Mahkota Kutai Kartanegara menjalani ritual Beluluh di Kedaton Kutai Kartanegara. Ritual Bebuluh dilakukan untuk pembersihan Sultan dan Putra Mahkota Kutai Kartanegara yang akan melaksanakan rangkaian pesta adat Festival Erau. Ritual Bebuluh diawali dengan pembacaan Memang atau mantera oleh seorang pawang atau Belian. Sultan Kutai kemudian beranjak menuju balai di ruang utama Kedaton.

Sultan Kutai kemudian duduk di tingkatan ketiga balai yang terbuat dari bambu kuning itu. Kemudian empat kerabat Kedaton berdiri di empat sudut balai sembari membentangkan kain Kirab Tuhing yang berwarna kuning. Belian tetap membacakan Memang ketika seorang pawang perempuan yang disebut Dewa melakukan ritual Tepong Tawar pada Sultan Kutai. Sultan Kutai kemudian turun dari balai untuk melakukan ritual Ketika Lepas bersama tiga orang terpilih, mereka biasanya adalah pejabat pemerintah fan kerabat kesultanan.

Setelah itu, Putra Mahkota menjalani ritual Bebuluh seperti yang dilakukan Sultan Kutai. Dengan pelaksanaan Ritual Bebuluh ini, diharapakan pelaksanaan Festival Erau berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan yang berarti. Festival Erau ini akan dibuka dengan pertunjukan tari yang dilakukan oleh ratusan penari. Festival Erau kemudian dimeriahkan dengan pertunjukan Bemamai, Malam Bepelas, Balap Perahu Ces, Pankat Pinang Massal, Belimbur Beras, dan upacara Mengulur Naga dan Belimbur.

5774 Total Views 6 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply