Seharian Main Air Di Pantai Jungwok

Pagi itu, tanpa rencana, saya dan keluarga pengen jalan-jalan ke pantai. Setiap kali pulang kampung ke Klaten, kami memang selalu meluangkan waktu mengunjungi salah satu pantai yang ada di Gunungkidul. Nah, pagi itu saya browsing, mencari pantai yang ada di sekitaran Pantai Wediombo. Ketemulah dengan salah satu hasilnya, Pantai Jungwok. Dari Google Image, foto-foto Pantai Jungwok yang ditampilkan terlihat indah. Saya dan keluargapun jadi pengen maen-maen di situ.

Sayangnya, kami berangkat terlalu siang. Dari rumah di Klaten sudah lebih jam 10.00 pagi, jadi sampai di Pantai Jungwok sudah lebih jam 12.00 siang. Untuk rutenya sendiri tidak ada kesulitan berarti, karena sudah ada Google Map, lagipula, sudah beberapa kali kami ke pantai yang ada di deretan selatan Gunungkidul itu melalui jalur Cawas, Klaten.

Pantai Jungwok Gunungkidul

Jarak yang harus kami tempuh kurang lebih 75 kilometer dari rumah kami di Klaten, sampai ke Pantai Jungwok Gunungkidul. Meskipun lelah menempuh jarak jauh dengan sepeda motor, lelahnya langsung tergantikan begitu melihat hamparan pantai dengan pasir putihnya yang kasar.

Anak saya, langsung nyebur ke pantai, padahal teriknya matahari tepat berada di atas kepala kami. Sekitar jam 12.30 dan cuaca sedang panas. Waduh, saya belum berani menantang matahari. Biarlah anak dan suami saja terlebih dahulu menikmati ombak. Saya memilih untuk menyewa tikar lalu menggelarnya di bawah pohon, sambil menunggu pesanan makan siang di warung pinggir pantai.

Indahnya Pantai Jungwok

Diana suka sekali dengan Pantai Jungwok yang masih lumayan sepi ini. Apalagi, dia bawa mainan masak-masakan, jadi makin betah deh. Bapaknya jadi tugas ngawasin ikut main air di tepi pantai. Tetep ya, buat orang tua yang ngajak anaknya piknik ke pantai, jangan ditinggal sendirian anaknya, harus diawasin selalu di sisinya.

Saya sendiri memilih makan siang lebih dahulu, menghabiskan sepiring nasi goreng spesial pedas yang terasa nikmat karena dimakan sambil menikmati pemandangan indah Pantai Jungwok. Untuk Diana dan bapaknya, saya pesan dua piring mie goreng telur, karena mereka memang lebih suka dengan mie goreng. Sambil menunggu pesanan makanan matang, saya coba untuk membuka internet, tetapi rupanya tidak ada sinyal di Pantai Jungwok ini. Saya kesulitan mengakses internet jadinya. Padahal paket data im3 baru saja diisi. Ya sudah, memang harus beneran menikmati keindahan alam tanpa harus mantengin handphone ini.

Camping di Jungwok kayaknya enak

Di kejauhan, saya lihat ada pengunjung yang mendirikan tenda. Saya langsung punya keinginan buat camping di pinggir pantai juga lho, terinspirasi dari tenda yang terlihat di Pantai Jungwok. Membayangkan tidur dengan hiasan banyak bintang, sambil ditemani suara deburan ombak. Pas sunrise bisa jalan kaki menyusuri pasir putih, menghirup segarnya udara tanpa polusi.

Tetapi mimpi tersebut belum bisa kami wujudkan dalam waktu dekat. Karena persiapannya juga harus banyak barang yang perlu kami beli terlebih dahulu supaya bisa dipakai camping terus tanpa harus menyewanya. Saya sudah bikin list beberapa barang wajib seperti tenda, fly sheet, aluminium mattress, dan camping lantern yang harus saya beli di awal. Barang lainnya bisa dibeli menyusul seperti sleeping bag dan dry bag. Doakan ya, supaya bisa segera beneran camping di pinggir pantai.

Senang sekali seharian bermain air di Pantai Jungwok. Kapan-kapan kami akan kembali ke pantai ini.

Leave a Reply