Sydney Yang Penuh Warna

Mari datang ke Sydney. Sebuah kota dengan banyak wajah. Kota pelabuhan yang indah, kota metropolitan yang multikultural, dan kota dengan desa-desa yang cantik.

Sydney adalah kota pelabuhan, sekaligus kota terbesar di Australia. Sydney menjadi kota tujuan utama para imigran yang datang ke Australia. Tak heran, kota ini menjadi kota metropolitan yang multikultural. Berbagai warga keturunan China sampai Amerika Latin ada di kota ini. Tak aneh jika Sydney juga punya Chinatown.

Mungkin karena ditinggali warga multikultural, Sydney jadi punya banyak wajah. Di satu sisi, Sydney tampak glamour dengan landmarknya yang telah mendunia seperti Gedung Opera House dan Sydney Harbour Bridge. Namun di sisi lain, ibu kota negara bagian New South Wales ini juga masih menyimpan masa lalu, juga cita rasa elegan dari desa-desanya yang apik.

Dengan wajah seperti itu, banyak yang bisa dilihat di kota berjuluk “The Harbour City” dan “The City Of Villages” ini. Mulai dari wisata ala turis kota seperti menikmati landmark dan berbelanja barang berkelas, sampai menyusuri kawasan desa yang nyaman.

Wisata Belanja

Bagi penggila belanja dan keramaian khas kota, kawasan Paddington wajib dikunjungi. Di tempat ini, khususnya oxford streets berjejer butik mode yang menggiurkan. Ada pula deretan toko barang antik dan deretan galeri seni berkelas di Woollahra. Juga ada pasar-pasar yang buka pada hari Sabtu.

Silahkan juga mencicipi makan siang di salah satu cafe di Oxford Street atau Five Ways, juga pub-pub yang selalu ramai, terutama saat pertandingan di stadion selesai atau saat banyak pemuda yang ingin balapan. Nikmati pula menonton bioskop di rumah seni, bersepeda di Centennial Park, mengunjungi markas tentara Victoria Barrack Army yang dibangun pada tahun 1840, atau sekedar mengunjungi toko buku yang super luas.

Wisata Desa

Sydney juga memiliki banyak desa urban yang terlihat nyaman dan tenteram. Di antara desa-desa urban itu adalah Pyrmonts, Millers Point, Rosebery, Redfern, Waterloo, Newtown, East Sydney, Glebe, The Rocks, Ultimo, Haymarket, CBD, dan Alexandria. Namun, yang paling populer di antara para turis adalah The Rocks dan Glebe.

The Rocks bisa dibilang mewakili sisa wajah Sydney pada masa lampau. Jika datang ke desa urban ini, Anda bisa mengikuti tour hantu dan mendengar kisah-kisah hukuman gantung yang terjadi di tempat ini pada masa lalu. Konon kabarnya, dulu the rocks adalah tempat para tawanan ditahan. Di luar cerita seram ini, The Rocks akan memukau dengan pemandangan Harbour Bridge pondok pekerja yang bersejarah di antara jalanan batu pasir dan pekarangan yang berkelok-kelok, juga galeri seni.

Di The Rocks pula terdapat pub tertua di Sydney, juga hotel dengan pemandangan pelabuhan Sydney. Pada hari-hari besar seperti Hari Australia pada 26 Januari, Hari Anzac (mengenang tentara Australia dan Selandia Baru yang tewas saat Perang Dunia I) pada 25 April, serta malam tahun baru, orang-orang akan tumpah ruah di jalanan batu untuk berpesta.

Desa urban lainnya yaitu Glebe. Berbeda dengan The Rocks, Glebe seperti desa urban yang elegan dan kental nuansa intelektualnya. Diapit oleh dua uneversitas, Sydney University dan University of Technology, Glebe bisa dibilang menjadi tempat tinggal para pelajar, seniman dan penulis. Jadi, jangan heran jika saat berada di desa ini, Anda akan banyak mendengar orang-orang berbicara tentang budaya, spiritualitas dan politik di restoran-restoran murah, kafe, pub dan toko buku.

Sebagai kota tempat tinggal para seniman, Glebe juga memiliki pasar Sabtu yang populer karena harganya yang murah. Pasar ini menjual berbagai pakaian eksentrik yang menjadi buruan para bohemian, juga aneka barang bekas, piringan hitam, perabot seni kerajinan, perhiasan dan pernak pernik unik. Ada juga pementasan musik.

Bagi yang gemar berjalan kaki keliling kota, Glebe adalah surganya. Dengan pohon-pohon sepanjang jalan, glebe sangat nyaman bagi pejalan kaki. Jika lelah tinggal mampir di kafe pinggir jalan atau merasakan pijat akupuntur atau terapi alternatif lainnya. Sungguh menyenangkan. (Herita, Sindo 16 Maret 2011 Foto: Augustamindry)

6264 Total Views 9 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply