Taman Nasional Lorentz Di Papua

Mungkin dari Anda masih terhitung jarang mendengar Taman Nasional Lorentz di Papua. Padahal, Taman Nasional Lorentz ini merupakan salah satu taman nasional terlengkap yang dimiliki oleh Indonesia. Salah satu ciri khasnya adalah memiliki gletzer atau lapisan salju es di Puncak Jaya. Kekhasan lainnya adalah adanya sungai yang menghilang beberapa meter ke dalam tanah di daerah lembah Baliem. Biacara soal keanekaragaman hayatinya, jangan dipertanyakan lagi, Taman Nasional Lorentz memiliki ekosistem yang sangat lengkap.

Hanya ada tiga kawasan di Asia Tenggara dan Pasifik yang memiliki gletzer di daerah tropis, dan Taman Nasional Lorentz adalah salah satunya. Taman Nasional Lorentz membentang di 5.000 meter di atas permukaan laut, memiliki gletzer, hutan bakau dan perairan pesisir pantai. Memiliki vegetasi sub Alvin, Alvin, sub Montana, lahan basah dan dataran rendah.Tipe hutan yang dimilikinya antara lain: lumut kerak, hutan kerangas, hutan hujan lahan datar/lereng, padang rumput, hutan tepi sungai, hutan rawa, hutan pegunungan, hutan sagu, hutan hujan pada bukit, pantai pasir karang, dan hutan gambut.

Apa saja satwa yang ada dan hidup di Taman Nasional Lorentz? Dari tujuh puluh persen burung yang ada di Papua, Anda bisa menemuinya di Taman Nasional Lorentz. Totalnya ada 630 jenis burung. Merpati, Kakaktua, Burung Udang, Kasuari, Megapoda, Cendrawasih dan Burung Puyuh Salju adalah beberapa diantaranya. Sedangkan mamalia yang ada sekitar 123 jenis di Taman Nasional Lorentz. Masuk ke dalam jenis mamalia antara lain Babi moncong panjang, Kuskus, Kucing hutan dan Kangguru.

Vegetasi tumbuhan yang bisa Anda temui antara lain Bakau, Nipah dan Pandan. Tentu saja Sagu, tanaman khas dan paling banyak yang bisa ditemui di Papua. Karena keanekaragaman hayati yang dimilikinya tersebut, maka Taman Nasional Lorentz ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO dan Warisan Alam ASEAN oleh negara-negara ASEAN.

Selain adanya hewan dan tumbuhan, Taman Nasional Lorentz juga menjadi tempat hidup beberapa suku di Papua, seperti suku Sempan, suku Dani Barat, suku Asmat, suku Amungme dan suku Nduga. Beberapa suku di Papua tersebut memiliki berbagai kebudayaan kuno yang diduga berumur lebih dari 30.000 tahun yang lalu. Beberapa suku bahkan masih mempertahankan kebiasaan hidupnya sejak dulu dan belum tersentuh oleh kemajuan jaman hingga saat ini.

Dari sekian banyak suku yang tinggal di kawasan Taman Nasional Lorentz, suku asmat merupakan salah satu suku yang terkenal. Mereka memiliki kelabihan khusus membuat patung dari pahatan. Mereka telah terbiasa memahat kayu-kayu dari hutan menjadi patung-patung yang sangat cantik. Keindahan patung buatan suku Asmat sudah terkenal hingga ke mancanegara. Suku Asmat sangat menghormati pohon, dan alam sekitarnya.

Meskipun Taman Nasional Lorentz telah dinyatakan sebagai Taman Nasional sejak tahun 1997, namun karena belum maksimalnya fasilitas yang ada, dan belum semua tempat dapat diakses dengan mudah oleh pengunjung, maka hingga kini statusnya masih dalam pengembangan. Terbatasnya sarana dan fasilitas untuk pengakses Taman Nasional Lorentz ini menjadikan hingga kini namanya belum bisa begitu dikenal di masyarakat Indonesia itu sendiri.

Jika Anda merencanakan kunjungan ke Taman Nasional Lorentz, sebaiknya Anda lakukan pada bulan Agustus hingga Desember atau di liburan akhir tahun. Anda dapat mencapainya dari Timika Utara dan melanjutkan dengan penerbangan perintis ke selatan, melalui pelabuhan Sawa Erma. (Kredit Foto: kabarindonesia.com)

6843 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply