Telingaan Aruu Di Dayak Kayaan Mendalam

Telingaan Aruu Dayak Kayaan Mendalam

Salah satu kekhasan dari Suku Dayak Kayaan Mendalam adalah daun telinganya yang sangat panjang dengan banyak anting bulat besar terbuat dari tembaga. Tradisi memanjangkan daun telinga itu sudah hampir punah sebenarnya di masyarakat Dayak Kayaan Mendalam. Tinggal beberapa orang saja dari generasi terakhir pewaris Telingaan Aruu.

Telingaan Aruu pada suku Dayak ini dimulai ketika masih bayi, dengan menindik telinga seperti biasa. Ketika luka pada telinga sudah kering, dipasang benang. Benang kemudian diganti dengan kayu gabus, sehingga lubang menjadi kian besar. Anting yang dipasang bertahap, satu per satu ditambahkan ke dalam telinga ketika sudah tidak terasa berat, maka bebannya ditambah lagi. Lama kelamaan menjadi makin besar. Selain untuk mempercantik diri, Telingaan Aruu juga melambangkan status sosial mereka. Ukuran dan jumlah perhiasan yang menjadi pertanda.

Ritual penindikan pada telinga di suku Dayak disebut Mucuk Penikng. Ritual tersebut masih ada hingga kini, namum Telingaan Aruu mulai tidak lagi dilakukan dan diambang kepunahan karena arus modernisasi. Hanya tinggal beberapa orang saja generasi terakhir yang masih ada. Tak lebih dari seratus orang yang tersisa, dan itupun kesemuanya sudah berusia lanjut.

Suku Dayak Kayaan Mendalam bisa ditemui di daerah aliran sungai Mendalam, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Memiliki sembilan kampung, dan di Mendalam, kini hanya tiga orang sfaja yang masih melakukan tradisi budaya Telingaan Aruu. Fransiska Buaa salah satu dari tiga orang tersebut. Jadi, mau melihat perempuan Dayak berdaun telinga panjang hingga menyentuh pundak? Ke Kalimantan Barat, yuk! (Gambar: Yoviart)

8154 Total Views 6 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

2 Comments

  1. Dominikus March 2, 2012
  2. LASAH BUMBUN March 12, 2012

Leave a Reply