Video Bayi Badak Jawa adalah Harapan

Jumlah badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) memang tidak sebanding dengan jumlah penduduk di pulau Jawa. Pada tahun 1971, jumlah badak Jawa hanya sekitar 37 ekor dan penduduk pulau Jawa mencapai 76 juta penduduk. Data terakhir menunjukkan jumlah penduduk di pulau Jawa mencapai 135 juta penduduk, sementara populasi badak Jawa hanya sekitar 35 ekor saja. Untuk memantau populasi badak Jawa, pihak Taman Nasional Ujung Kulon mendapatkan bantuan kamera pengintai dari Aspinall Foundation, International Rhino Foundation, dan WWF. Pihak Taman Nasional Ujung Kulon telah berhasil mengabadikan video 35 ekor badak Jawa yang hidup bebas.

Kita harus memberi penghargaan kepada pihak Taman Nasional Ujung Kulon yang berhasil mendokumentasikan kehidupan badak Jawa. Dengan kamera tersembunyi, pihak Taman Nasional Ujung Kulon bisa memantau kehidupan badak-badak Jawa. Selain itu, kamera pengintai bisa juga digunakan untuk mengawasi jika ada orang-orang yang mengganggu kelestarian spesies badak yang hampir punah tersebut. Lebih jauh lagi, 160 kamera tersembunyi yang terpasang di area seluas 122.451 hektar itu bisa digunakan untuk mengamati kehidupan “rahasia” badak Jawa di alam liar, terutama cara reproduksinya.

Dari video dokumentasi tersebut, pihak Taman Nasional Ujung Kulon bisa mendata 22 badak Jawa jantan dan 13 badak Jawa betina. Yang paling menggembirakan, dari 35 ekor badak Jawa yang terekam dalam video tersebut ditemukan 5 ekor badak Jawa berusia muda. Saya sangat gembira menyaksikan video bayi badak Jawa yang berjalan bebas di alam liar. Selain karena bayi-bayi badak Jawa yang lucu, video bayi badak Jawa itu menunjukkan bahwa badak Jawa bisa bereproduksi dengan baik di alam liar. Badak Jawa tidak akan punah, jika kita bisa memastikan badak Jawa bisa hidup tenang dan terus bereproduksi.

Badak Jawa Video Bayi Badak Jawa adalah Harapan

"Badak Jawa dan Bayinya" Ilustrasi dari SemuaUnik.Info

Bagi hewan langka seperti badak Jawa ini, reproduksi memang menjadi kunci dari kelestarian. Untuk melestarikan badak Sumatera, pihak Taman Nasional Way Kambas harus mendatangkan badak jantan muda bernama Andalas dari kebun binatang di Los Angeles. Pihak Taman Nasional Way Kambas menunggu kelahiran bayi badak hasil perkawinan antara badak jantan Andalas dan badak betina Ratu yang diperkirakan lahir antara bulan Juni sampai Agustus 2012 ini. Begitu susahnya melestarikan badak Sumatera, hingga harus memulangkan kembali Andalas, badak Sumatera yang lahir di Amerika Serikat.

Melihat bayi-bayi badak Jawa yang hidup bebas di Taman Nasional Ujung Kulon bisa mendatangkan harapan akan kelestarian badak bercula satu ini. Masalah reproduksi sepertinya bukan menjadi masalah, asalkan badak Jawa tetap harus dijaga dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemasangan kamera pengintai di area taman nasional diharapkan bisa terus memberikan data akurat tentang perkembangan badak-badak Jawa. Kita juga harus memberikan apresiasi kepada para jagawana yang selalu memonitor kondisi badak Jawa secara langsung di alam liar. Kita juga harus menyambut niat baik pemerintah yang mencanangkan tahun 2012 ini sebagai Tahun Badak Internasional dengan mendukung pelestarian badak Jawa.

09b8e26ed9fa859549475ae61d05e67e dukung pelestarian badak jawa Video Bayi Badak Jawa adalah Harapan

(by Gie Wahyudi)

773 Total Views 4 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *