Wisata Sejarah di Kota “Lumpia” Semarang

Kota Semarang sangat identik dengan kawasan Kota Lama yang menyajikan jalan-jalan historis. Jalan-jalan sambil mengenang sejarah perjuangan bangsa tentu mempunyai nilai tambah tersendiri. Namun wisata sejarah yang ditawarkan Kota Lumpia ini berbeda dengan kota-kota lain yang biasanya hanya menyajikan wisata museum. Di Kawasan Kota Lama Semarang, jalan-jalan historis bisa dilakukan dengan menikmati bangunan-bangunan tua bersejarah yang dilengkapi dengan suasana masyarakat di sekitarnya.

Perjalanan wisata sejarah dan budaya di Kota Semarang akan membawa Anda ke masa-masa dahulu ketika Belanda masih menjajah negara kita. Bangunan-bangunan peninggalan Belanda masih terawat baik meskipun umurnya hampir mencapi 500 tahun. Di kawasan Kota Lama Semarang ini, tidak hanya wisatawan yang berdatangan dari luar negeri, namun juga para peneliti sejarah dari luar negeri. Bagi mereka, Kawasan Kota Lama Semarang mempunyai nilai historis yang tinggi, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan ahli sejarah.

Pesona Indonesia Semarak Wisata Sejarah di Kota Semarang

Kawasan yang didominasi dengan bangunan-bangunan Belanda ini biasa disebut Little Netherland. Kawasan ini dianggap miniatur kota-kota Belanda yang terdapat di Semarang. Awalnya dulu bangunan-bangunan tua itu terpusat di Hereen Straat yang sekarang sudah diganti namanya menjadi Jalan Letjen Soeprapto. Pada abad ke-18, kawasan di sekitar Hereen Straat ini adalah kawasan perdagangan. Semua fasilitas penting berada di kawasan itu, yaitu antara lain Gereja Blenduk, Gedung Lawang Sewu, Het Groote Huis, Kantor Pos Besar, Hotel Du Pavillon, dan Stasiun Kereta Api Tawang.

Het Groote Huis sekarang digunakan sebagai Gedung Keuangan Negara. Sedangkan Hotel Du Pavillon sekarang berganti nama menjadi Hotel Dibya Puri. Dari beberapa bangunan itu, Lawang Sewu menjadi cukup terkenal. Gedung yang dikenal angker itu menjadi salah satu lanskap Kota Semarang. Selain itu, Gereja Blenduk telah menjadi identitas ibukota Provinsi Jawa Tengah itu. Gereja peninggalan Belanda itu dihiasi dengan tiang-tiang menjulang yang menandakan bangunan kokoh khas Belanda. Gereja yang dibangun pada tahun 1750 ini kemudian dipugar kembali pada tahun 894 oleh HPA de Widle dan Westman.

Bangunan Gereja Blenduk sungguh menawan mata yang melihatnya. Bagian atap Gereja Blenduk ini mirip dengan kubah masjid yang berbentuk setengah bola dengan sisi heksagonal yang beraturan. Di bagian Timur, Selatan, dan Barat dari bangunan Gereja Blenduk ini terdapat serambi yang mempunyai bentuk Dorik Romawi. Bagian dalam Gereja Blenduk juga tidak kalah menarik. Di dalamnya terdapat hiasan sulur tumbuhan yang tersusun rapi menandakan ciri khas bangunan Belanda.

Pesona Indonesia Semarak Wisata Sejarah di Kota Semarang

Tidak jauh dari Kawasan Kota Lama Semarang, Anda bisa menjumpai perkampungan warga Tionghoa. Tepatnya, Anda bisa menuju arah Selatan dari Gereja Blenduk. Di China town ini, Anda bisa berbaur dengan warga-warga Tionghoa. Banyak dari mereka mempunyai cerita tentang zaman penjajahan Belanda. Dengan demikian, wisata historis Anda akan sempurna di Kota Lumpia ini.

5440 Total Views 3 Views Today

Ayo Berkomentar Dengan Akun Facebook:

comments

One Response

  1. Pete August 29, 2012

Leave a Reply